Berita Perwakilan KJRI Hamburg

 

Kegiatan Festival Budaya Indonesia 2013 Burgdorf 

 

18 Nopember 2013

Pada tanggal 16 November 2013, Kelompok Masyarakat Pencinta Budaya Indonesia (Indonesische Kulturengruppe / IKG) dengan dukungan dari KJRI Hamburg telah menggelar acara “Festival Budaya Indonesia 2013“ bertempat di Burgdorfer Mehr-Generationen-Haus, di Kota Burgdorf, Niedersachsen.

 

Acara festival budaya ini diselenggarakan dengan tujuan untuk memperkenalkan dan mempromosikan khasanah seni budaya dan kehidupan di Indonesia kepada masyarakat setempat, khususnya masyarakat di Kota Burgdorf dan Hannover. Dalam kegiatan ini IKG bekerjasama dengan Burgdorfer Mehr-Generationen-Haus, sebuah lembaga yang menangani integrasi imigran di Kota Burgdorf dimana tinggal masyarakat imigran Jerman yang berasal dari 94 suku bangsa, termasuk salah satunya dari Indonesia. Setiap tahunnya mereka mengadakan kegiatan budaya untuk memperkenalkan kebudayaan negara asalnya.

 

Kegiatan “Festival Budaya Indonesia 2013“ terbuka untuk umum dan diikuti oleh 22 kelompok seni yang terdiri dari para penggemar dan pelaku musik, terutama masyarakat (diaspora) dan para pelajar Indonesia yang tengah menempuh studi di Jerman. Beragam seni budaya Indonesia, mulai dari tarian tradisional hingga musik modern, dipertunjukkan dalam kegiatan festival ini.

 

Kegiatan yang cukup besar ini dibuka secara resmi oleh Konjen RI Hamburg, M. Estella Anwar Bey yang dalam sambutannya antara lain menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada pengurus dan anggota Indonesische Kulturengruppe (IKG) atas inisiatif dan kerja kerasnya dalam menyelenggarakan kegiatan festival budaya Indonesia yang merupakan salah satu momen yang dinantikan oleh masyarakat di wilayah Niedersachsen.

 

Konjen RI menyampaikan bahwa sebagai negara kepulauan yang memiliki beragam etnik, budaya, bahasa/dialek, dan agama yang berbeda, rakyat Indonesia hidup bersatu dibawah semboyan “Bhineka Tunggal Ika” yang berarti berbedabeda tetapi tetap satu. Konjen RI berharap melalui kegiatan festival budaya ini, para hadirin terutama masyarakat Jerman di Kota Burgdorf dan Hannover dapat mengetahui lebih banyak tentang keanekaragaman budaya dan kuliner dari berbagai pulau di Indonesia yang akan ditampilkan dalam kegiatan festival ini

 

Melalui kegiatan ‘Festival Budaya Indonesia 2013’ ini, saya berharap masyarakat Jerman yang berada di wilayah kerja KJRI Hamburg dapat mengenal lebih jauh tentang khasanah seni budaya Indonesia. Selain itu, melalui kegatan kebudayaan seperti ini diharapkan kerjasama Indonesia – Jerman, terutama people-to-people contact semakin meningkat sehingga dapat memberikan keuntungan bagi kedua pihak”, ujar Konjen RI. 

 

 

Kegiatan festival budaya diawali dengan penampilan Tari Pendet (tari penyambutan tamu) yang dibawakan oleh 4 penari dari Sanggar Seni Citra – Hannover, dan selanjutnya diisi secara maraton oleh sekitar 22 kelompok seni tari dan musik yang berasal dari berbagai kota di wilayah Jerman Utara (Hamburg, Bremen, Niedersachsen, dan Schleswig Holstein). Berbagai jenis tarian yang ditampilkan antara lain Tari Jaipong, Rampak Kendang, Pencak Silat, Tari Topeng, Tari Tenun, Tari Cenderawasih, Tari Gandrung, Tari Puja Prasamja, Tari Legong Keraton, Tari Sekar Jagad, Tari Joged Bali, Tari Poco-poco, dan Indonesian Hip-Hop Dance. Sementara untuk seni musik, ditampilkan berbagai aliran (genre), mulai dari yang tradisional seperti musik angklung, musik melayu, musik pop, hingga musik kontemporer yang dibawakan secara kolaborasi oleh pemusik Indonesia dan Jerman.

 

Selain penampilan seni tari dan musik, acara diselingi dengan presentasi umum tentang Indonesia oleh Anneli Sartiono, anggota Friends of Indonesia (DIG) Niedersachsen, serta disemarakkan dengan kegiatan bazar kuliner (makanan khas Indonesia) dan barang-barang produk rumah tangga yang disajikan, baik oleh masyarakat Indonesia maupun masyarakat Jerman di Niedersachsen. Acara yang berlangsung mulai pukul 12:00 hingga pukul 22:00 ini berhasil menyedot lebih dari 1000 orang pengunjung yang datang silih bergantian dari berbagai kota di wilayah Niedersachsen dan sekitarnya.

 

Menurut Ketua Indonesische Kulturengruppe (IKG), “Festival Budaya Indonesia 2013” ini merupakan kegiatan perdana yang diselenggarakan oleh IKG dengan tujuan untuk meningkatkan integrasi antara masyarakat Indonesia dengan masyarakat setempat di wilayah Niedersachsen, baik kalangan muda maupun golongan lanjut usia. “Kami merasa bersyukur bahwa animo masyarakat setempat terhadap Indonesia ternyata sangat tinggi, hal ini terlihat dari banyaknya jumlah pengunjung yang hadir pada kegiatan festival ini. Kami mentargetkan sekitar 1000 pengunjung, tetapi yang datang melebihi angka itu. Melihat kenyataan ini, kami berencana untuk menyelenggarakan kegiatan serupa pada tahun depan, tentunya dengan tempat dan konsep yang berbeda,” ujar Ketua IKG. (Sumber: Pensosbud KJRI Hamburg)